Konsultasi pasang iklan
Mau pasang Iklan
Kami menyediakan baby sitter
Tranpil , siap kerja untuk Bayi , Balita dan perawat
Hub. Yayasan Citra Sari Mandiri
Ibu Sari : 021.9826.3275 - 7115.9567
Daerah Meruya - Bisa antar
SEMPURNAKAN DIRI ANDA DENGAN . . . .
Parfum , segar harum tahan lama, original
30 mili Rp. 35.000 / 40.000
50 mili Rp. 50.000
100 mili Rp. 75.000
hub 24 jam : telp 0817.9108.005
Jual Parfum Biang, bisa untuk usaha juga
Dicari Supervisor - Karyawan TOKO pria - wanita
Tang City dan Taman Palem dan Poris
Telp . 021.9140.9440

LOWONGAN KASIR - WAITER - TUKANG MASAK
WANITA
0817.9108.005
..<< = Info Kesehatan = >>..

Saturday, 29 May 2010

Masih Kecil Kok Suka Bohong

Anak Berbohong
Anak kecil seharusnya selalu berkata jujur, mungkin demikian pikir Anda. Lalu mengapa si kecil sudah pintar berbohong?

Penyebabnya, boleh jadi anak ingin sesuatu yang hanya dapat diperolehnya dengan berbohong. Misalnya, anak mengaku sudah mengerjakan pekerjaan rumah karena ingin segera menonton TV. Penyebab lainnya, bisa karena ia ingin melindungi diri dari hukuman seperti tak mengaku mencubit adiknya karena takut dihukum. Perilaku orangtua yang suka berbohong pun bisa ditiru anak. Sering kan, secara tidak sadar orangtua berbohong di hadapan anak.


Lantas, apa solusinya?

1. Segera luruskan dan jangan beri kesempatan anak berbohong lagi. Tanamkan secara konsisten bahwa berbohong adalah perilaku yang harus dihindarkan karena akan merugikan dirinya maupun orang lain. Ia bisa tak dipercaya lagi oleh temannya, temannya tak mau bermain bersama, dan lainnya. Dengan begitu, anak tahu kenapa berbohong tak boleh dilakukan.

2. Kita boleh memberi hukuman bila anak berbohong tapi yang bersifat mendidik, seperti melarang anak menonton film kesukaan, tidak membelikan komik yang diinginkannya, tidak mewujudkan keinginannya jalan-jalan, dan lainnya.

3. Pertimbangkan sifat anak yang amat sensitif, biasanya perlu pendekatan halus. Jangan menegurnya dengan keras karena akan membuatnya menangis, bahkan menjerit-jerit. Jika cara halus tak mempan, barulah intensitasnya ditambah sedikit demi sedikit. Sementara untuk anak yang tak bisa diarahkan dengan cara halus, terapkan gaya tegas. Misalnya, dengan memarahi dan memberi hukuman lebih berat. Apalagi bila anak sudah berbohong berkali-kali.

4. Tak kalah penting, penanaman agama. Katakan, berbohong adalah perbuatan yang tak disukai Tuhan, dan kendati ia tak mengaku, Tuhan pasti tahu. Dengan cara ini, anak sekaligus bisa lebih didekatkan pada Yang Kuasa.

5. Bila Anda tidak sadar berbohong dan didengar atau disaksikan anak, maka segera koreksi dan beritahu, bahwa Anda khilaf dan hal itu tidak pantas ditiru anak.

Narasumber: Yohana E. Hardjadinata, konselor dan Kepala Sekolah Montessori School Depok.

0 comments:

Relation:

Topic Relation

Steam Coal | Industri Dan Niaga