Jangan Manjakan Anak Dengan Motor dan Mobil

YOGYAKARTA, SELASA - Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto menegaskan bahwa orang tua berperan mengenalkan anaknya pada sepeda. Anak jangan dimanja dengan motor dan mobil. Kalau dimanja, anak bakal kesulitan membentuk karakter hemat, tangguh, sederhana, serta mandiri.

Bagi Herry, keterlaluan jika anak SMA sudah dibelikan mobil pribadi, atau anak SMP dibelikan motor. Itu membius anak seolah-olah keberhasilan orang tuanya identik dengan kesuksesan dirinya. Sekolah bukan ajang lomba penampilan, ucapnya, Selasa (14/10).

Anak SMP, lanjutnya, belum bisa mengantongi SIM. Jika sudah beranjak SMA, kalau dibelikan motor ya boleh. Namun kalau sekolahnya dekat, kurang dari tiga km, anak tidak perlu naik motor. Ini untuk membiasakan anak agar sederhana dan hemat, kata Herry.

Selain menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bersepeda, di sisi lain, kepentingan pengendara sepeda dari sisi hukum mesti ada. Misalnya dikenakan denda tambahan khusus bagi yang menabrak pengendara sepeda.

Sehubungan rencana pemberian asuransi atau santunan bagi pelajar berseda yang kecelakaan, Pemerintah Kota Yogyakarta sedang mempelajarinya.

Walau Yogyakarta belum memiliki sarana da prasarana bagi pengendara sepeda, Herry berharap Sego Segawe (Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe)- program Pemkot Yogyakarta-agar sepeda dipakai sekolah dan bekerja yang diluncurkan Senin kemarin-mesti didukung banyak pihak. Suara pesimistis harus disingkirkan. Saatnya berpikir optimitis.

Agun Pratama, pengurus Klover (komunitas pencinta sepeda modifikasi) berpendapat, hal terpenting adalah menanamkan kecintaan bersepeda. Sah-sah saja sepeda dimodifikasi.

Source : Kompas.com
Tip mendapatkan promosi jabatan
Tip mengatur pola makan
Lokasi pernikahan paling romantis
Pijat pengusir lelah

Post a Comment

0 Comments